Wednesday, July 20, 2011

Alasan Rumah Tetangga Selalu Jadi 'WC Umum' Kucing Peliharaan

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Perilaku hewan peliharaan ini bisa menimbulkan konflik antara majikan dan tetangga. Namun kini, para ilmuwan berhasil menemukan alasan 'kejahatan' kucing itu.

Menurut ilmuwan, kucing melakukan 'kejahatan' ini guna menandai batas wilayahnya, biasanya kurang dari 275 meter dari rumah.

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1713012.jpg

Perilaku licik kucing ini terungkap melalui pelacak GPS dan kamera kecil yang dipasang pada sembilan peliharaan ini selama delapan hari.

Hasilnya, peneliti mendapat video berdurasi 150 jam, pelacakan GPS 768 jam dan survei tiga ribu pemilik. Ahli perilaku binatang Roger Tabor mengatakan seperti dilaporkan dailymail, 'penandaan wilayah' ini bisa menjadi debat serius antar tetangga.

"Jika Anda hanya punya taman berukuran kecil, sebaiknya sisakan daerah bertanah yang bisa Anda bersihkan saat diperlukan," ujarnya.

Selain itu, hasil studi juga menunjukkan, kucing kota lebih tertekan karena hanya memiliki wilayah kecil dan mereka harus melindungi wilayah itu dari pesaing.

Hasil studi yang diterbitkan dalam Secret Lives of Cats ini menemukan, rata-rata kucing menghabiskan 12 jam beristirahat di tempat favoritnya yang sekaligus menjadi tempat untuk mengawasi wilayahnya.

Selain itu, terungkap pula, kucing sangat menghindari jalan ramai. Faktanya, 32% pemilik kucing mengaku khawatir peliharaannya tertabrak saat menyeberang.

Namun, hasil studi menunjukkan, 90% kucing tak menyeberang jalan selama delapan hari masa penelitian.

Sumber :
inilah.com

noreply@blogger.com (radhite) 21 Jul, 2011


--
Source: http://www.apakabardunia.com/2011/07/alasan-rumah-tetangga-selalu-jadi-wc.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Read more »

Istana Batu, Sebuah Karya Arsitektur Megah oleh Seorang Tukang Pos

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Cerita ini dimulai pada 1879. Joseph-Ferdinand Cheval (1836-1924), 43 tahun, telah bekerja sebagai kurir surat di daerah pedesaan di sebelah tenggara Perancis selama 12 tahun.

Karena dalam pekerjaannya sehari-hari, dirinya rutin melakukan perjalanan sekitar 20 mil (32km), sebagian besar dalam kesendirian, ia banyak termenung. Suatu hari ia tersandung sebuah batu kapur kecil. Heran dengan bentuk dan susunan batu itu, ia lalu membawanya pulang.



Sejak saat itu ia mulai mengumpulkan batu selama perjalanannya untuk mengantar surat dan membawa batu-batu itu dalam saku. Mengumpulkan batu menjadi kecanduan.

Ketika istrinya menjadi lelah karena harus memperbaiki sakunya terus menerus, ia mengubah modus transportasi dan menggunakan keranjang untuk membawanya, dan kemudian ketika batu-batu menjadi lebih besar ia menggunakan gerobak.

Selama 33 tahun dia dan istrinya membangun bangunan dari batu, salah satu monumen paling aneh sepanjang masa, 'Ideal Palace' atau 'Palais Idéal', menurut perhitungannya butuh lebih dari 9.000 hari atau 65.000 jam dan karenanya hasil karyanya mendatangkan sekitar 100.000 pengunjung dalam setahun ke desanya Hauterives utara Valence.

"Saya ingin membuktikan dengan kemauan hampir semua bisa dicapai," tulis Facteur Cheval.

bangunan yang diselesaikan berukuran panjang 26 meter, atau 85 kaki, dengan ketinggian yang bervariasi antara 8-10 meter.

Palais adalah campuran gaya yang berbeda dengan inspirasi dari Kristen sampai Hindu. Sebuah versi dari candi Hindu yang berdiri di samping sebuah Chalet Swiss yang berdiri di samping Carrée Maison di Algiers yang berdiri di samping sebuah istana abad pertengahan, dan di suatu tempat di antaranya ada masjid beraksitektur Arab.

Roh-roh dari tempat itu, kata facteur adalah Julius Caesar, Archimedes dan Vercingetorix.

Pada saat istana itu selesai, hasil kerjanya itu mulai menarik perhatian internasional. Banyak seniman terkenal mengunjungi dan mendapatkan inspirasi dari tempat itu. Bangunan ini juga diabadikan dalam fitur media dari kartu pos, majalah dan orang-orang datang dari jauh dan luas untuk melihat gedung menakjubkan ini.

http://farm3.static.flickr.com/2722/4175908025_0a47538ccd.jpg


Opini publik tentang pekerjaan dan penciptanya akhirnya terbentuk, dan Cheval sendiri telah dianggap sebagai seorang seniman yang mulai kembali dikenal.

Namun, meskipun Cheval telah berjasa sehingga kota Hauterives dicantumkan di peta, pemerintah kota menolak permintaannya untuk dimakamkan, bersama dengan istrinya, di istana yang dia bangun berdua.

Karena permintaanya tidak disetujui, ia kembali bekerja di tahun 1914 pada struktur kedua yang lebih kecil di pemakaman setempat.

Dia menghabiskan delapan tahun membangun apa yang disebutnya Makam kesunyian dan Peristirahatan abadi.


Dua tahun setelah selesai dan hanya beberapa hari setelah ia selesai menulis otobiografinya-Cheval meninggal dan dikebumikan dalam struktur bangunan baru yang dia bangun selama 8 tahun itu.








Sumber :
zonapencarian.blogspot.com

noreply@blogger.com (radhite) 21 Jul, 2011


--
Source: http://www.apakabardunia.com/2011/07/istana-batu-sebuah-karya-arsitektur.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Read more »

Sejarah Penemuan Penghapus

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Penghapus merupakan salah satu perlengkapan alat tulis yang merupakan karet lembut yang mampu menghilangkan tanda yang dihasilkan dengan pensil.

Penghapus kenyal seperti karet, dan seringkali berwarna putih atau hitam (walaupun ditemukan juga coklat atau merah jambu untuk memperindah penampilan sesuai pemanfaatan teknologi).

Terdapat pensil yang dilengkapi dengan penghapus di ujungnya. Penghapus mahal mungkin mempunyai bahan vinyl atau plastik sebagai tambahan kepada karet.


Penghapus juga merujuk kepada penghapus pada papan tulis seperti papan hitam atau papan putih. Penghapus papan hitam tradisional merupakan blok kayu berbentuk persegi panjang yang dibuat dari kain berbahan.


Sejarah Penemuan Penghapus

Pada tahun 1770, pakar sains Joseph Priestley menyatakan, "Saya telah melihat bahan yang amat sesuai untuk digunakan untuk menghilangkan tanda arang pensil pada kertas."

Di seluruh Eropa pada saat itu, tulisan pensil dihapus dari kertas dengan menggunakan kubus-kubus kecil yang terbuat dari karet. Kubus-kubus kecil ini masih digunakan untuk tujuan ini di Inggris dan Australia.


Joseph Priestley

Juga pada tahun 1770, Edward Naime, insinyur Inggris, disebut sebagai pencipta penghapus karet pertama. Sebelum penggunaan karet, serbuk roti digunakan sebagai penghapus.

Naime berkata bahwa dia salah mengambil kepingan karet dan bukannya serbuk roti, dan menemukan ciri-ciri penghapus dari karet, dan mulai menjual penghapus karet.


Edward Naime

Bagaimanapun juga, karet dalam bentuk mentah sulit disimpan, kerana ia mudah rusak. Pada tahun 1839, Charles Goodyear, seorang penemu, menemukan proses vulkanisasi, kaedah yang merawat karet dan menjadikannya bahan yang tahan lama.

Penghapus menjadi benda yang umum dengan perkembangan karet yang divulkanisasi.



Charles Goodyear

Pada tahun 1858, Hyman Lipman dari Philadelphia, Pennsylvania, AS, menerima paten pertama untuk pelekatan penghapus pada ujung pensil. Paten itu kemudian dibatalkan karena ditetapkan bahwa hal tersebut hanya merupakan gabungan dua peralatan dan bukannya produk baru sepenuhnya.


Hyman Lipman


Jenis-jenis  Penghapus

Jenis yang sering terdapat pada penghapus biasanya bewarna merah muda atau merah dengan karakteristik mudah lengket.

Jenis ini cukup baik untuk menghapus kebanyakan tulisan pensil, walaupun ia cenderung mengotori dan merusak kertas jika terlalu sering digunakan. Selain itu banyak sisa karet yang harus dibersihkan. Sisa ini sering mengotori kertas jika dibiarkan menempel.

Jenis yang populer di kalangan seniman adalah penghapus art gum, yang dibuat dari karet bertekstur kasar yang lembut.

Jenis ini cocok untuk menghapus area yang luas dalam satu sapuan tanpa merusak kertas. Tetapi penghapus ini meninggalkan banyak sisa penghapus dan tidak begitu akurat.

Pemakaian terlalu banyak hanya menghasilkan warna kekuningan di kertas. Penghapus art gum biasanya berwarna gelap atau kecokelat-cokelatan.

Penghapus uli, lebih dikenal dalam Bahasa Inggris sebagai kneaded eraser, juga digemari di kalangan seniman. Penghapus jenis ini dibuat dari bahan kelabu dan menyerupai adonan atau lem.

Kelebihannya adalah tidak meninggalkan sisa penghapus sehingga tahan lebih lama dibanding penghapus lain. Partikel grafit dan tanah liat ditarik oleh adonan karet sehingga lebih akurat dan tidak meninggalkan bekas apapun.

Penghapus ini banyak digunakan untuk memberi efek kilap atau percikan air. Kelemahannya adalah sedikit rasa lengket di tangan dan mudah meleleh di suhu tinggi.


Penghapus vinyl lembut mempunyai tekstur seperti plastik dengan ciri-ciri menghapus yang mirip dengan penghapus karet biasa.

Hanya saja sedikit lebih lembut dan kuat, tidak mudah merusak kertas dan nyaman digunakan. Penghapus vinyl biasanya putih dan mudah terlihat kotor jika disentuh.



Kegunaan lain

Walaupun manfaat yang utama dari penghapus adalah menghilangkan bekas goresan, namun oleh seniman profesional, penghapus juga dimanfaatkan dengan teknik tertentu. Misalnya memberi kesan kilau dengan menggunakan mal penghapus atau efek smudge jika digores lembut.


Sketsa dengan mengutamakan teknik menghapus goresan pensil.



Sketsa dengan mengutamakan teknik menghapus goresan pensil.

Penghapus uli bisa dimanfaatkan untuk memberi efek seperti butiran air dengan membentuknya menjadi butiran dan menempelkan langsung ke bagian yang sudah diwarna.

Sumber :
zonapencarian.blogspot.com

noreply@blogger.com (radhite) 21 Jul, 2011


--
Source: http://www.apakabardunia.com/2011/07/sejarah-penemuan-penghapus.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Read more »

 
Powered by Blogger